Indah Senja, Kemarin

Seakan aktris, kau mampu perani peranmu dengan baik. Dan aku mengerti, semua itu berlandaskan ketulusanmu, dimana rasa sayangmu yang tulus menjelma dalam beribu sikap, entah itu ketika kau mencoba menghargaiku didepan teman-temanku, serta mampu menempatkan diri dengan begitu indah disetiap hariku. Hingga banyak yang beranggapan, kitalah jodoh yang dipertemukan jauh lebih cepat dibandingkan umur kita yang saat itu baru menginjak 17 tahun.


Bukan tentang kemarin sore, ini tentang 2 tahun yang lalu.
Aku lupa..?
Yang benar saja.... bahkan ingatanku masih merekam jelas kejadian itu, seolah baru saja terjadi kemarin sore dan aku dipaksakan takdir untuk bercerita ulang tentangmu kemarin itu; 2 tahun yang lalu.

Indah...
Sungguh kenangan ini hingga nanti akan sukar terlupa. meski kini sudah berjalan 2 tahun, tapi sungguh aku belum beranjak dari buai ingatanku sendiri. Bahkan nadiku berdenyut kencang, seakan berpacu dengan waktu, ketika sunyi memaksaku mengingatmu, ketika sepi menghadirkan indah senyummu yang membuatku candu.

Tapi sore ini, aku merasa sendiri ditempat yang sempat menjadi kenangan kita bersama; ditepian bibir pantai, yang dulu pernah bersama kita diterpa ombak berkejaran, ikut membaur bersama kasih yang mulai kita rajut.

Sore ini senja seakan memperlambat lelapnya diperaduan.
Benar saja, seolah senja mengerti, seolah senja faham tentang kau yang menjauh, tentang kita yang tak lagi bersama, tentang engkau yang pergi meninggalkan aku bersama berjuta kenangan dan jejak cerita indah kita, dulu.

Aku mengerti, kau sangat tidak suka ketika aku bercerita ulang akan kenangan kita, meski bagiku itu adalah bagian indah dari hidupku. Tapi jika kau tetap berkeberatan, biarlah cerita ini tetap menjadi bagianku bersama indah senja kemarin, tanpa kau harus faham dan mengerti.

You may like these posts