Labels: Fiksimini

Setapak Jalan

Setapak Jalan

Setapak jalan, makam dan malam sunyi. Tidak ada jaket kulit. Melainkan kulitnya yan…
Dendam

Dendam

Jelas polisi kebingungan mendalami motif bunuh diri yang kulakukan. Dan sekarang ak…
Jadi Malaikat

Jadi Malaikat

Pagi tadi aku berkunjung ke kediaman teman. Rumahnya tepat di samping sebuah stasiun. …
Kanak-Kanak

Kanak-Kanak

Ingin rasanya mencintaimu dengan begitu sederhana. Sesederhana kentut di tengah kerama…
Bom Bunuh Diri

Bom Bunuh Diri

Alamak, aku dikira pengantin bom bunuh diri. Aku sudah coba jelaskan, tapi sikap paran…
Sinting

Sinting

Kukira ia patung. Tapi ketika gelas berisi kopinya yang telah tandas dan mengakar di…
Biduk

Biduk

Kita takkan pernah sama, tak akan pernah! Itu adalah kalimat penawar yang paling indah…
Tidak Ada Cinta Selain Cinta Itu Sendiri

Tidak Ada Cinta Selain Cinta Itu Sendiri

"Sudah saya percayain ke kamu semua ... semuanya, Mas! Tapi kamu enggak pernah sad…
Alasan yang Sama

Alasan yang Sama

Dia menatapku tajam dengan barisan aksara.  Memaksa tuk jatuh cinta begitu cepat. …
Jazima

Jazima

Dua tahun terakhir dalam perjalanan hidupku bisa dibilang adalah masa-masa terberat. …
Taman Bunga! Katanya

Taman Bunga! Katanya

Atas nama cinta, engkau rela menghimpun perih. Dan ternyata kau mahir memalsukan setiap…
Joona Gadis Pencemburu

Joona Gadis Pencemburu

"Cinta sudah menjelma dalam wujud yang lain. Atau, yang lainnya telah dijuluki seba…
Menerjemah Lumrah

Menerjemah Lumrah

Sayang ... cepat sekali harus berhenti, sementara belum pernah memulainya. Terkubur …
Pada Dalamnya Rindu

Pada Dalamnya Rindu

Cinta ..., masihkah hadirmu lengkap dengan dingin seperti kemarin. Saat kuberusaha…