My Queen Heart

"Terserah, aku sudah berusaha jujur..."
Hanya itu kata yang menyakitkan dan membekas untukku.
--------------------------------------------------

Tak berhenti disitu, bahkan terus kau siksa aku di tiap harinya dengan ingatan memuakkan tentang senyum manismu, anggun rupamu, teduh pandangmu atau bahkan indah mata itu. Ini masih tentangmu wanita gilaku, masih tentang berharganya sosokmu dalam lamunan panjang. Dalam sejuknya doa atau sekedar dalam ingatan manis yang mendadak hadir dan memaksaku tersenyum di setiap pilu.

Sebelumnya aku sudah berniat mengakhiri semua omong kosong ini, tentu omong kosong tentang cinta. Itu memuakkan, aku tak mau mengulang jatuh hati pada titik kesalahan. Kau bahkan hanya sebuah titik kesalahan, wanita gilaku. Aku tak ingin jatuh hati, tapi disaat yang sama, aku harus jujur bahwa aku jatuh hati padamu, wanita gilaku.

Tak hanya aku, aku yakin semua pria gila bahkan sekalipun pria itu berfikir normal, aku tidak yakin jika mereka tidak mencampur adukkan rasa sayangnya dengan sedikit ego, iya.. sama dengan aku.
Kau memaksaku rasakan betapa hangat api cemburu, dan gigil pilu diwaktu yang bersamaan, ini lebih dari gila. Aku jatuh hati wanita gilaku. Satu yang aku tau, kau titik kesalahanku, bukan dirimu yang salah tapi rasaku, tapi apa salahnya aku sebut kau titik kesalahanku, aku si gila berego tinggi.

Hanya satu hasil yang aku tau.
"Bahagia......"
Pada bagian akhir dari lelah sebuah perjuangan, ku yakin ada itu, sebuah kebahagiaan.

You may like these posts