Karena Wanita Gilaku
Ini cerita gila yang kesekian kali aku tulis, membiarkan imajinasi berlarian atau memuat ulang memori perih sekaligus manis, itu gila.
Gila itu tentang cinta, tentang omong kosong teori jatuh cinta yang sempat kupungkiri dan kini aku terperosok kedalamnya. Kembali mengulang kegilaan sendirian, ;tersenyum ketika ingat senyummu sekaligus menahan pilu ketika wanita gilaku pergi bersikap acuh. Tidak ada yang tau bagaimana alur cinta jatuh pada perasaan, meski banyak mengatakan "Jatuh cinta diawali oleh pandangan yang memperangkapmu dalam satu waktu", aku tak percaya. Karena bagiku jatuh cinta tidak butuh alasan atau karena alasan jatuh cinta tak mesti sama.
Bermula kemarin, benar kemarin masih hitungan jam dari hari ini, dari aku menulis kegilaanku kembali. Aku tak pernah mempercayai isyarat hati, selalu memungkir desak kagum kepada wanita dan berujung jatuh pada perasaan. Bahkan yang lebih gila lagi dari kegilaan ini adalah "Aku jatuh cinta karna alasan yang sama dengan alasan yang tak aku percayai" ;Iya, benar. Mata indahmu perangkap aku dalam balutan kegilaan ini yang kebanyakan orang bilang cinta.
Aku tak ingin mengikatmu dengan ikatan omong kosong atau melepasmu seolah aku orang paling bodoh, aku hanya bisa menyimpanmu, menjadikanmu sebagai imajinasi baruku. Untukku berkhayal tentang indahnya dunia, meski waktu tak mengizinkan kita bersama. Atau alasanku kembali tersenyum atas semua hal yang menjadi alasanku menangis.
Jika tidak dipersatukan pada hati yang sama, mengapa Tuhan mengizinkan kita bertemu, wanita gilaku.
Gila itu tentang cinta, tentang omong kosong teori jatuh cinta yang sempat kupungkiri dan kini aku terperosok kedalamnya. Kembali mengulang kegilaan sendirian, ;tersenyum ketika ingat senyummu sekaligus menahan pilu ketika wanita gilaku pergi bersikap acuh. Tidak ada yang tau bagaimana alur cinta jatuh pada perasaan, meski banyak mengatakan "Jatuh cinta diawali oleh pandangan yang memperangkapmu dalam satu waktu", aku tak percaya. Karena bagiku jatuh cinta tidak butuh alasan atau karena alasan jatuh cinta tak mesti sama.
Bermula kemarin, benar kemarin masih hitungan jam dari hari ini, dari aku menulis kegilaanku kembali. Aku tak pernah mempercayai isyarat hati, selalu memungkir desak kagum kepada wanita dan berujung jatuh pada perasaan. Bahkan yang lebih gila lagi dari kegilaan ini adalah "Aku jatuh cinta karna alasan yang sama dengan alasan yang tak aku percayai" ;Iya, benar. Mata indahmu perangkap aku dalam balutan kegilaan ini yang kebanyakan orang bilang cinta.
Aku tak ingin mengikatmu dengan ikatan omong kosong atau melepasmu seolah aku orang paling bodoh, aku hanya bisa menyimpanmu, menjadikanmu sebagai imajinasi baruku. Untukku berkhayal tentang indahnya dunia, meski waktu tak mengizinkan kita bersama. Atau alasanku kembali tersenyum atas semua hal yang menjadi alasanku menangis.
Jika tidak dipersatukan pada hati yang sama, mengapa Tuhan mengizinkan kita bertemu, wanita gilaku.
