1. Seal Online : Guild dan Kebijaksanaan Itu




Suatu hari aku berkelana menyusuri daratan Shiltz. Dari jauh samar-samar terlihat kemilau pedang seorang Warior, pejuang tangguh. Aku bergegas mendatangi asal cahaya itu. Dan nampaklah jelas kini di hadapanku, ternyata dia adalah ketua Guild Luminouspark yang sudah terkenal. Sudah lama aku menantikan pertemuan ini, bukan untuk menantangnya bertarung satu lawan satu, tapi karena aku memang mengagumi keberaniannya melawan raja Balde, monster terkuat yang selalu mengacau di dunia Shiltz, juga para anak buahnya.

"Hai pejuang muda. Sedang apa kau di sini sendirian?" Tanya ramah ketua guild itu sambil membersihkan pedangnya yang berlumuran darah monster.

"Salam kenal pejuang tangguh, perkenalkan namaku Nathan, tuan" ujarku memperkenalkan diri.

"Aku Dhaniel, tapi seluruh masyarakat Shiltz memangnggilku dengan sebutan Prince Wisdom Of Shiltz"

"Aku mengenalmu pun demikian. Kau sen...... " belum sempat aku mengakhiri pertanyaanku. Tiba-tiba saja semak-semak yang berada tepat di belakangku bergerak, seperti ada yang bersembunyi. "Mungkin monster lagi..." pikirku. Dengan bergegas, aku cabut pedangku dari tali pengaitnya. Karena terburu-buru dan gegabah, sampailah putus tali pengait itu.

Tapi aku lihat Dhaniel diam saja, tersenyum tenang malah. "Inikah sikap seorang pemimpin yang digadang-gadangkan sebagai pelindung Shiltz?" Batinku memberontak. Dengan kesiapan kuda-kuda, serta pegangan pedangku yang semakin erat, kuarahkan pedangku ke semak-semak itu.

"Jangan!!!" Teriak seorang wanita dari dalam semak sambil menganggkat Gada yang berkilauan.

Terhenyak aku sementara, memandangi wanita yang berdiri dari semak, wajahnya lembut, lengkap dengan gaunnya yang anggun, tak lupa Queen Bee Wings melekat pada pundaknya. Nampaklah pemandangan yang sungguh mempesona ini, karena barulah hari ini aku melihat seorang Clerick penyembuh langsung di hadapanku.

"Dhaniel..., Rogo terluka tepat di bagian perut" jelas wanita itu.

"Biarkan Rogo beristirahat sebentar, sementara itu sembuhkanlah luka itu, Shya"

Aku masih terteguh menggenggam pedang lengkap dengan posisi kuda-kuda. Memandang tidak percaya atas apa yang aku aami kini.

"Nath... Nathan, kenalkan itu Anastashya. Seorang yang mengabdi sebagai Clerick untuk mendampingi Guild Luminouspark."

"Anggota guildmu, Dhan...?" Tanyaku penasaran.

"Iya. Baru seminggu yang lalu Tashya resmi bergabung dengan Guild Luminouspark" ujarnya, tak lama dia menambahkan lagi, "lihat saja kemampuan mantera penyembuhnya, dengan waktu singkat saja aku tertolong oleh kekuatan mantera yang dia miliki, Nath."

Timbul keinginanku untuk bergabung dengan guild ini. Melihat kesempatan sekarang di hadapanku ada seorang ketua guild. Pastilah penilaian yang diberikannya langsung kepada kemampuanku. Tidak seperti penerimaan anggota-anggota guild kecil di kota kecilku, siapa yang punya Cegel banyak, pastilah diterima masuk. Jika seperti itu terus, aku tidak akan punya kesempatan untuk bergabung dengan guild, sekecil apapun guild itu.

"Dhaniel... Izinkan aku bergabung dengan Guild Luminouspark" pintaku sedikit memelas, menekuk kuda-kuda yang kokoh, berlutut sambil menancapkan pedang ke tanah.

Mendengar permintaan itu Dhaniel tersenyum kepadaku. "Sebelum bergabung, biasanya aku melihat kemampuan seorang pejuang, penyembuh bahkan sekalipun seorang kesatria. Bagaimana bisa aku menerimamu jika aku tidak melihat sendiri" ujar Dhaniel penuh kebijaksanaan.

"Baik, jika itu maumu"

Semangatku seakan berkobar. Jiwa terbakar, mengebu-gebu. Kutarik pedang yang tertancap di tanah. Tanpa pikir panjang, kuperlihatkan gerakan tarian pedangku yang mematikan.

"Cukup, cukup..." kata Dhaniel meminta aku menghentikan permainan pedang.

"Kenapa?" tanyaku keheranan.

"Perlihatkan kepadaku, gerakan tarian pedang dari '10 Dewa pedang menghujan Shiltz'"

Permintaan Dhaniel kali ini membuatku tidak berkutik apa-apa. Tangan serasa melemas dengan sendirinya, pedangku pun jatuh seolah tak tertahan.

"Kenapa kamu jatuhkan pedangmu?" tanya Dhaniel.

"Aku pernah mendengar cerita tentang jurus rahasia itu. Hanya sedikit yang bisa melakukannya, termasuk dirimu, Dhan. Tapi itu tidak diajarkan di kotaku dulu" jelasku kepada Dhaniel. "Jika itu syaratnya, aku tidak akan masuk, Dhan. Jurus itu adalah jurus yang paling panjang" aku semakin putus asa.

"Memangnya, dari mana asalmu, Nath?"

"Dari Selatan Shiltz. Tepatnya kota kecil bernama Lime. Aku sengaja lewat sini untuk pergi ke bagian Utara Shiltz, Kuil Adel" jelasku singkat.

"Tapi... Mungkin lain kesempatan kita akan bertemu lagi, Nath. Perdalamlah ilmu pedangmu. Karena seorang kesatria sejati tidak akan bertahan dengan baju besinya saja" ujar Dhaniel, tapi terdengar seperti penolakan.

"Jadi, Dhan?" aku dibuat penasaran.

"Tidak untuk kali ini" tegas Dhaniel.

Anastashya yang sedari tadi sibuk menyembuhkan Rogo, tiba-tiba saja berbicara, "Tapi Dhan, biarkanlah temanmu itu bergabung dengan kita. Rogo mengalami luka parah, tamengnya retak terbakar api, Fire Dragon."

Mendengar pernyataan ahli penyembuhannya itu, Dhaniel lalu mengizinkanku untuk bergabung bersama guild yang didirikannya. Kini aku berada diantara pejuang hebat, Guild Luminouspark.

Satu pesan dari Dhaniel, "teruslah belajar. Sekalipun harus kuakui jurus 10 Dewa Pedang Menghujan Shiltz, itu sulit. Tapi kau harus tetap belajar. Karena ketika ada satu saja alasan yang menghalangi tindakan kita, maka selamanya kita tidak akan bertindak. Meski, sekalipun kita punya seribu alasan untuk berusaha, tidak membuat kita bahagia. Tapi belajar, berjuang, semua usaha untuk itu, keberhasilan, hingga nanti kau rasakan bahagia. Itulah sejatinya kemenangan."

****************
Dunia Shiltz. Perjalanan dari Selatan Shiltz, Lime, menuju bagian Utara Shiltz, Kuil Adel, pada bulan pertama di tahun Puteri Kecantikan.

You may like these posts

4 Comments

  1. tarii
    Kak 'Gada' itu apa?
    keren banget ceritanya :D
    • Admin
      Gada itu tongkat pemukul. Biasanya dipakai oleh para 'penyembuh'. hihihihi
  2. Unknown
    wahh kangen nih main seal, setelah membaca cerpen ini :D
    kangen mancing
    • Admin
      Terima kasih atas kunjungannya, Yusuf.
      Iya nih. Itu game yang bener-bener 'hidup'. Game-game lain seperti main offline.