Konspirasi Lidah Berapi
Seseorang menganggap dirinya paling suci dan hidup dalam pikirannya yang katanya paling benar. Ini bisa sama-sama kita saksikan dalam kehidupan nyata. Lebih lagi kita dapati dalam situasi yang tercipta kini. Rencana kenaikan harga BBM contohnya. Buntut dari kekecewaan atas putusan MK yang dinilai berat pada sebelah pihak.
Kenaikan harga BBM yang rencananya dilakukan pada Oktober, dimaksudkan karena jumlah BBM subsidi dikurangi. Nominal kisaran lima ratus hingga seribu rupiah per liter menjadi momok tersendiri bagi masyarakat. Padahal kenyataannya masyarakan hanya "dibakar" oleh segelintir pemain kelas kakap yang mengkonsumsi BBM berlebel subsidi, agar ia tetap bisa menikmati dengan harga yang murah. Serta untuk menutup kerugian negara, "katanya".
Menyadari negeri ini mempunyai hutang "sekian" dan jika dibagi per kepala, bahkan anak bayi yang baru lahir pun mempunyai hutang. Tidakkah kasihan sekali kita ini? Haruskah kita tetap hidup dari mental pecundang? "Tidak mengapalah hutang, yang penting murah" katakanlah mirisnya begitu. Tanpa mengubah mental, tindakan tetaplah sama.
Ada yang mengatakan seperti ini, "hutang yang dibawa mati, kelak akan diminta pertanggungjawa
"Kenali dirimu."
