Lego
Tak lebih dari perdamaian. Mestinya seseorang mati untuk itu. Agar tidak ada lagi tangis, atau pun tawa pecundang yang memuakkan. Biasa terkemas manis, senyum kemunafikan. Lebih-lebih bodohnya 'Keledai' rasakan pilu dengan alasan yang sama.
Orang-orang bilang kalau aku, 'si bengal'. Satu diantaranya mungkin menyadari bahwa aku yang hadirkan luka di setiap hati seseorang yang bukan aku, mungkin. Dan si bengal lainnya; sama seperti aku, hanya duduk termenung saat yang lain berkata, "tunjukkan reaksimu, bangkai!"
Aku membenci darah, terlebih aromanya. Bodohkan? Aku membutuhkan sesuatu yang aku benci untuk tetap hidup. Ya ... sama seperti keledai yang menemui kesalahan. Andai Keledai mampu membunuh seperti kejamnya Singa. Maukah memanggilnya dengan 'si kejam' tak lagi bodoh?
Manusia sepakat, Keledai yang membawa barang lebih berguna daripada Singa yang membunuh manusia.
