1. Initial F : Tak Kulihat Pelangi




Beberapa hari belakangan ini aku hampir gila. Bagaimana tidak? Aku terlanjur tenggelam padahal tidak sedang arungi hatimu. Terlanjur tersesat-jerat tanpa kujelajah hatimu. Gilanya lagi adalah ketika aku mulai terbiasa dengan seraut wajah manis, senyum tipis, bayang-bayang yang tak mampu kutepis.

Aku diam. Sembunyikan semua keberanian untuk mendekat.
Ketika tadi hujan turun di pagi hari. Kucoba titipkan harap-harap pada setiap bulir hujan yang jatuh. Benarlah sudah yang kudengar dari Rose, "yang paling romantis dari hujan adalah terjatuh berulang kali, padahal bulirnya tahu rasanya jatuh." Aku suka dengan hujan, sama seperti yang lainnya. Tapi itu hanya karena aku mempunyai alasan untuk memikirkanmu. Ketika hari-hari sungguh terasa berat dan hujan membuatku hela nafas panjang sejenak, kembali pikirkanmu dalam lamunan panjang.

Duhai dirimu yang luar biasa itu. Yang biasa palsukan tangis dalam senyum; yang kau gantung setiap saat. Tipuan-tipuan kecil ketika aku mulai mencuri-curi pandang ke arahmu. Bukan karena aku ingin memperhatikanmu. Bukan itu, aku tahu kau sangat membenci perhatian yang datang dariku. Tapi tak lebih karena aku tidak inginkan dirimu terluka.

Senja akhiri pertemuan. Tutup semua jamuan terbungkus rapih salam perpisahan. Acuhmu pacu naluri tuk kembali pikirkan. Tentang rasa yang tak terjemahkan. Tentangmu ... hanya tentangmu.



You may like these posts

1 Comments

  1. friskha_syifaa
    (y)