Catatan Akhir Tahun
Hidup, tak lebih hanya untuk
merumuskan tujuan hidup. Sebatas berkutat pada hal tersebut. Sebagian
besar manusia mengajarkan padaku. Ada yang dalam kebaikan, bahkan tak
jarang tunjukkan dengan egonya.
Telingaku belum tuli, tidak bisa dustai amarah Tuhan. Beribu dusta terdenger per sekian detik, seolah dicabut-Nya kebenaran dari bumi ini. Manusia masih membanggakan perilaku buruk, mengulas, memulas dengan tawa seakan hal tersebut adalah angin lalu. Dan hal yang paling menggelitik adalah manusia tak henti membahas surga.
Sedang surga tertutup rapat, bahkan mungkin Ridwan menelan kuncinya. Malik memompa bara neraka agar menyala besar. Mustahil Mikail taburkan dusta sebagai rezeki terbesar manusia. Rakib mencemburui Atid yang lebih produktif menulis. Izrail gemetar jalani tugasnya. Munkar dan Nakir temui diam dari setiap pertanyaan yang mereka ajukan. Jibril mungkin menangis sambil berharap diberikan lagi tugasnya. Sementara Israfil diam kebingungan menanti tiupan demi tiupan terompet yang sedari dulu baru.
Telingaku belum tuli, tidak bisa dustai amarah Tuhan. Beribu dusta terdenger per sekian detik, seolah dicabut-Nya kebenaran dari bumi ini. Manusia masih membanggakan perilaku buruk, mengulas, memulas dengan tawa seakan hal tersebut adalah angin lalu. Dan hal yang paling menggelitik adalah manusia tak henti membahas surga.
Sedang surga tertutup rapat, bahkan mungkin Ridwan menelan kuncinya. Malik memompa bara neraka agar menyala besar. Mustahil Mikail taburkan dusta sebagai rezeki terbesar manusia. Rakib mencemburui Atid yang lebih produktif menulis. Izrail gemetar jalani tugasnya. Munkar dan Nakir temui diam dari setiap pertanyaan yang mereka ajukan. Jibril mungkin menangis sambil berharap diberikan lagi tugasnya. Sementara Israfil diam kebingungan menanti tiupan demi tiupan terompet yang sedari dulu baru.
