Mimpi-Mimpi!
Aku pernah mendengar isu yang beredar.
Kabar yang berkembang, bahkan diyakini oleh setiap orang dalam bermasyarakat, kecuali aku. Karena itu sangat terdengar rancu, seperti ini, "sahabat adalah seseorang yang kau temui dalam hatimu saat situasi buruk sedang menimpamu."
Bahkan aku tidak punya hati. Aku tidak punya ekspresi untuk menggambarkan gembira ataupun sedih. Mungkin akan terlihat terbalik. Sahabat bukanlah seseorang di hati, karena aku tidak mendapati satu orang pun dalam hatiku ketika aku sedang bersedih. Akan tetapi, mereka selalu setia ada di sampingku untuk memberi yang tak ternilai itu.
Aku menghabiskan kesempatan hampir genap seperempat abad. Mungkin umur sel psikis yang aku miliki jauh lebih tua daripada umur yang tertera pada e-KTP. Selama ini aku punya beberapa sahabat. Biasanya menjadi tempat berbagi tawa hingga kesedihan. Ataupun mimpi juga ketakutan.
Hari ini untuk pertama kalinya aku menyerah dengan keadaan. Lalu meminta kepada salah seorang sahabatku untuk melanjutkan mimpi yang pernah aku perdengarkan. Tentang harapan untuk menghapuskan perbedaan, sebenarnya jauh daripada itu.
Syukur tak henti kusampaikan, jangan tanya melalui apa, karena itu rahasiaku.
Kabar yang berkembang, bahkan diyakini oleh setiap orang dalam bermasyarakat, kecuali aku. Karena itu sangat terdengar rancu, seperti ini, "sahabat adalah seseorang yang kau temui dalam hatimu saat situasi buruk sedang menimpamu."
Bahkan aku tidak punya hati. Aku tidak punya ekspresi untuk menggambarkan gembira ataupun sedih. Mungkin akan terlihat terbalik. Sahabat bukanlah seseorang di hati, karena aku tidak mendapati satu orang pun dalam hatiku ketika aku sedang bersedih. Akan tetapi, mereka selalu setia ada di sampingku untuk memberi yang tak ternilai itu.
Aku menghabiskan kesempatan hampir genap seperempat abad. Mungkin umur sel psikis yang aku miliki jauh lebih tua daripada umur yang tertera pada e-KTP. Selama ini aku punya beberapa sahabat. Biasanya menjadi tempat berbagi tawa hingga kesedihan. Ataupun mimpi juga ketakutan.
Hari ini untuk pertama kalinya aku menyerah dengan keadaan. Lalu meminta kepada salah seorang sahabatku untuk melanjutkan mimpi yang pernah aku perdengarkan. Tentang harapan untuk menghapuskan perbedaan, sebenarnya jauh daripada itu.
Syukur tak henti kusampaikan, jangan tanya melalui apa, karena itu rahasiaku.
