Masa Lalu dan Kenangan

"Sejarah mulai saat 'kumelangkah' hari ini," sepenggal syair dari Saykoji dalam lagunya yang berjudul Jalan Panjang, cukuplah menyiratkan bahwa kejadian di masa lalu merupakan bagian dari kita saat ini. Sejauh mana kita mencoba menghapuskan sesuatu yang terlewat, pasti itu hanya sebatas ingatan, bukan masa lalu.


Dewasa ini, kita terlalu sensitif mendengar masa lalu. Dan selalu, kata itu diidentikkan dengan mantan pasangan. Padahal jauh daripada itu, masa lalu sendiri tidak sebatas tentang seseorang di masa lampau. Lebih mengesankan lagi adalah kita akrab sekali dengan masa lalu. Percaya atau tidak, jawabannya 'ya'.

Masa lalu berdampingan erat dengan kita selama ini. Bagaimana tidak, pada malam hari kita bisa melihat cahaya Matahari yang dipantulkan oleh Bulan. Padahal kita tahu bahwa jarak Bumi-Bulan, kurang-lebih sekitar 350.000 KM. Sedang kecepatan tercepat di alam semesta ini adalah kecepatan cahaya, yaitu sekitar 300.000 KM/s. Bisa kita simpulkan bahwa cahaya yang kita lihat dipantulkan Bulan di malam hari adalah cahaya yang dipantulkan lebih dari sedetik yang sudah terlewat. Begitu pula dengan cahaya Matahari yang membutuhkan waktu lebih dari 8 menit, pun cahaya bintang-bintang yang berjarak miliaran tahun cahaya, semua yang kita lihat adalah masa lalu, kan?

Begitu pula yang terjadi tadi pagi. Saat Ulfa Diana Mustari memberi kabar bahwa Salman--adik bungsunya--sedang berulang tahun. Kejadian perayaan ulang tahun sangatlah berkaitan dengan masa lalu di mana seseorang pernah terlahir. Kalau tidak percaya lihat saja Akta Kelahirannya.

Hidup penuh dengan berjuta tanda dari setiap tanya yang kita miliki. Juga pertanyaan hari ini tentang masa lalu. Akan yang sebelumnya dingin, kini hangatlah sudah. Atau kemarin hari-hari indah kini terasa sungguh melelahkan. Pun ceria, canda, tawa yang harus berganti dengan pilu bahkan banjiran air mata. Semua yang terjadi pasti miliki hikmah.

Aku sempat ditanyakan oleh Diana tentang sikap Cherry Nanako --juga sebaliknya--beberapa hari yang lalu. Keduanya, kukenal begitu hangat dulu, tidak sekarang. Mungkin kebersamaan mereka di masa lalu yang menjejak menjadi kenang, begitu mudahnya untuk mereka lupakan sendiri. Bahkan ketika kuyakin setiap yang mengenal mereka merasa iri karena tidak menemukan sahabat yang seperti kakak-adik sendiri.

Pada zaman modern sekarang ini kita kurang menghargai masa lalu. Atau mungkin menghargai masa lalu sebagai kisah mendramatisir saja tanpa menjadikan kejadian tersebut sebagai tolak ukur serta pentunjuk ke arah mana kita akan terus berjuang.

Diana dan Cherry berkata senada saat aku salah menulis, "pasti kamu melakukannya dengan sengaja." Dan karena mereka dulu pernah berkata seperti itu, kini aku lebih memilih untuk membaca apa yang aku tulis. Semoga mereka masih menyimpan hangan kenangan-manis.

You may like these posts