Pada Dalamnya Rindu
Cinta ..., masihkah hadirmu lengkap dengan dingin seperti kemarin. Saat kuberusaha kuat mengenalmu lebih jauh, sekuat itu pula kaubuatku terjatuh.
"Boleh jujur?" Masih kulihat engkau diam dan memilih sibuk dengan telpon genggammu yang bunyinya beriringan. "Kau sungguh mempesona."
Engkau masih diam kala lembayung senja payungi kita berdua. Lalu matamu membelalak, seakan ingin kau telan diriku hidup-hidup. "Cukup! Apa dekatnya lelaki hanya ingin memiliki!?" Kau bergegas pergi saat itu, meninggalkanku yang kini berteman sepi.
Padamu yang kurindukan.
