Rose dan Gemerlap (5)


Habis kisah kurangkumi,
betapa lelah sudah kurasa,
tiada sisa; kucurah semua untukmu yang kucintai,
hingga kutemui diri tak kuasa; tanpa Kuasa.

Aku lihat kau berjalan menjauh kala senja berteduh di langit barat sana. Aku pun tahu; siap kecewa. Pernah ada cerita semacam ini, tentang seseorang yang datang, singgah beberapa waktu, lalu pergi. Kutempa hati--detik itu juga--agar tiada tangis seperti indah senja, kemarin.

Diana mempertegas kisahku dalam tulisnya yang berbeda, "Aku pernah melewati situasi seperti ini dan melepaskan adalah solusi yang terbaik. Bergegaslah, tanganku tak akan mencegahmu, Kasih."

Sebab, aku hanya gelap, tak mampu saingimu yang lengkap dengan berjuta gemerlap. Persis di pentas itu, sempat aku membisu bergelut waktu.

Mengapa sekejap saja?Mungkin benar, kau sama seperti waktu; tidak akan pernah kembali. Maaf-maaf; sempat bersama pun tidak.
Senyummu tetap manis.

You may like these posts