Rose di Musim Gugur (7)
Mulai kusadari jarak yang tercipta dari beda kini jadi masalah, sejak pertama, malah. Ingin kukata sudah. Tapi matamu membelalak; menyentuh dasar yang jauh.
Dan esok tetap jadi misteri, bahkan tiada senyum untuk tadi. Atau sekedar ucap lembut dari rupa yang elok. Takkan kucoba lagi, sebab rindu yang diulang terdengar sama--memuakkan. Tapi tak pernahkan kau datang? Sekedar singgah atau sudi cicipi. smile emotikon
Ada yang terisak
berganti suara parau
sungguh kacau
bahkan
sejak bait pertama.
Siapa lagi berani bermimpi
usai malam-malam tadi hujan tetap temani
adalah sepi
adakah tepi?
namun seorang terlanjur gugur sudah di sana.
tanpa nama, tanpa pengenal di masa tuanya.