Rose, Hati yang Berlabuh (4)
Hanya sebatas itu keberanianku, Rose, memandangmu dari kejauhan. Seperti pada beberapa hari yang lalu, aku tidak berani mendekat, mematung. Saat itu, kutahu kau ingin tersenyum; terlihat jelas pada kedua sudut bibirmu yang tertahan. Bergeming ... kau berlalu begitu saja.
Ada yang berlabuh,meski tak pernah berlayarAda yang tulus bersimpuh,meski tak kunjung lunas terbayarAda riuh rendah nada terdengar,hingar-bingar, sepercik harap mulai bersinar.
Tapi, aku lebih takut kalau seseorang jatuh hati kepadaku. Daripada aku yang harus jatuh pada hati seseorang. Karena orang lain tidak semuanya tahu caranya bangkit, sedang aku sudah terbiasa jatuh; terjebak di dalamnya. Kadang aku bertanya sendiri, bagaimana harus keluar. Dan ternyata itu bukanlah soal.
.jpg)