Rose, Malamku Hujan (6)

Jelas aku mengenalmu dari liku masa lalu yang bersembunyi di balik luka. Kala ada sepasang bukti menyala--kedua mata--bisu, hiasi eloknya rupa. Di sana jua kunikmati diri berlumur lelah.

Sudah jatuh rerintik. Dan kini terjadi; sesal pasti perih maka ikhlas lebih indah.



"Lihatlah!"

Usai tak bersua senja, 
malam-malamku tetap hujan
yang gigilnya bak biduk kerinduan
; antarkan pada basah luas lautan.


Adalah kekasihku
sejak tadi diabai waktu
dan, perlahan tenggelam
oleh kaku matamu
sebab gerimis tak bertemu usai.

You may like these posts