Rose Menjelma Bunga (10)
Terkabarlah jiwa-jiwa bersembunyi atas rindu yang kaubakar. Oleh tatap bisu dari sudut matamu yang tak sanggup kutakar. Kini mustahil sudah kudustai rindu. Setelah semua tentangmu, pada ruang bisu, terlanjur mengakar.
"Kau puisi," seseorang memujimu, Rose. "Kutak ingin berdusta," lanjutnya dalam syair berlainan judul, "karena kau hanyalah, Bunga."
"Jika cinta kau sentu,
bunga layu kan tumbuh;
seakan hatiku memuja dirimu selalu;
sirami harum bunga yang kau beri padaku,
tertunduk malu, setangkai harapan berlalu.
bunga layu kan tumbuh;
seakan hatiku memuja dirimu selalu;
sirami harum bunga yang kau beri padaku,
tertunduk malu, setangkai harapan berlalu.
Jika cinta kau sentuh,
kupu-kupu dan aku;
membawamu terbang dan bernyanyi untuk dirimu;
Sebagai tanda, cinta kita berdua;
semerbak harum bunga temani kita bersama." Penyair lain menerjemahkanmu, Rose.
kupu-kupu dan aku;
membawamu terbang dan bernyanyi untuk dirimu;
Sebagai tanda, cinta kita berdua;
semerbak harum bunga temani kita bersama." Penyair lain menerjemahkanmu, Rose.
Jika rindu adalah kesalahan, hukumlah aku setiap saat,
jika rindu adalah hukuman, maka melihat adalah kesalahan,
jika hukuman atas kesalahan menatapmu adalah rindu,
biarkan aku menikmati siksa--karena bayangmu diangan selalu menari-nari--lebih lama.
jika rindu adalah hukuman, maka melihat adalah kesalahan,
jika hukuman atas kesalahan menatapmu adalah rindu,
biarkan aku menikmati siksa--karena bayangmu diangan selalu menari-nari--lebih lama.
