Alasan yang Sama



Dia menatapku tajam dengan barisan aksara. 
Memaksa tuk jatuh cinta begitu cepat. 
Hingga menyadarinya pun terlambat... hatiku terjerat.
Hari yang berlalu menghantarkan hubunganku di ambang perpisahan. 
Dan di sinilah aku dan dia sama... saling menyadari; jika tidak untuk dia-setidaknya aku. 

"Aku mengenalmu-diawali dengan senyuman. Pun ingin melepasmu dengan senyuman. 
Ada yang paling penting daripada memaksa sebuah perasaan,
atau membatasinya dalam kata ...
yang kesemua itu bukanlah rasa sayang. 
Karena menyayangmu jauh lebih berharga dari sekedar hubungan erat 
lengkap dengan jarak jauh yang memisah."

Aku mengirimkan pesan singkat, "Kita tetap sahabat, kan?"
Namun tiada jawab selain gambaran paras yang tersenyum.

You may like these posts

2 Comments

  1. sudh baca
    romantis nih
    Bwat siapa??
    • Admin
      Terima kasih atas kunjungnannya, Mbak Tiara.