Di Sana



Kudirikan istana di sana,
semuanya lantas memanggilku raja.
"Anda akan punya putri jelita."
"Juga pewaris takhta, Tuan," lanjutnya.

Bumi kucengkram seketika,
kugoncang setelahnya.
Langit kubakar.
Malaikat bersekutu kepadaku-berbuat onar di surga.

Aku dipanggil-Nya.
Aku bungkam beribu bahasa.
Dia 'mengeja'.
Dia Berkuasa.

Tapakku menyentuh bumi,
tiada mudah menyentuh mimpi.
Bidadari terduduk di tepian langit,
"hanya karena pencarian permaisuri?"
Hatiku bergumam, "bersabarlah sanubari."


___
Metro Fiksi, 05 08 2015.

You may like these posts

3 Comments

  1. Dwi
    keren lek
  2. Yulka Mayatskaya
    bagus puisinya,kalau butuh puisi,izin ambil ini ya gan hhe
  3. Unknown
    dulu aku suka menulis puisi, sekarang cuma bisa mengagumi puisi tanpa bisa menulisnya. Puisi yang manis