Tentang Jazima
Jangan paksa Malaikat terjemahkan bahasa kebisuan
antara kau dan aku yang acap kali hadir,
sedang aku tak tahu.
antara kau dan aku yang acap kali hadir,
sedang aku tak tahu.
Jangan biarkan semesta menculikmu,
dan hatiku akan merasa kehilangan
yang teramat.
Jangan serahkan hatimu padaku
;sebab tak sanggup kurengkuh luasnya.
Kini,
biarkan Tuhan titipkan cahaya rembulan pada parasmu
;indah pelangi pada matamu
;hangat mentari pada senyummu
;lembut Fatimah pada lakumu
;anggun Khadijah pada segalamu.
Dan, selalu. Pada akhirnya aku berdiri paling depan.
"Itulah perempuanku," bisikku pada Tuhan.
Tepat saat kau rasakan bahagia.
dan hatiku akan merasa kehilangan
yang teramat.
Jangan serahkan hatimu padaku
;sebab tak sanggup kurengkuh luasnya.
Kini,
biarkan Tuhan titipkan cahaya rembulan pada parasmu
;indah pelangi pada matamu
;hangat mentari pada senyummu
;lembut Fatimah pada lakumu
;anggun Khadijah pada segalamu.
Dan, selalu. Pada akhirnya aku berdiri paling depan.
"Itulah perempuanku," bisikku pada Tuhan.
Tepat saat kau rasakan bahagia.
