Dendam





Jelas polisi kebingungan mendalami motif bunuh diri yang kulakukan. Dan sekarang aku dicari-cari untuk dijadikan satu-satunya saksi. Tapi biar kuceritakan padamu. Agar kau pun tau, betapa aku tak berbuat banyak untuk membunuh ragaku yang kiri dibaringkan di kamar mayat.

Mula-mula aku menanam dendam dalam hati. Saat itu aku tengah tertidur. Jadi tak banyak perlawanan dari ragaku. Dan setelah hatiku berhasil kubedah sendiri, sebuah martil dari kayu membantuku menanam kebencian lebih dalam. Di sana. Tepat di hatiku, pijar kebencian menembus bilik jantung, empedu dan mataku. Darahku pun ikut dicemari.

Sebatas itu. Kau harus tau, kerjaku tak banyak, sebatas menanam kebencian, selebihnya tubuhku busuk sendiri.
Aku adalah pelaku dan korban.

You may like these posts